Oleh : Nabila
Indonesia yang berpredikat negara demokrasi sesungguhnya tidak lepas dari pengaruh asing yang mengembangkan logika ekonomi kapitalisme yang mendikte keputusan politik yang menguntungkan kepentingan kapitalis.
Kapitalisme membuat negara miskin semakin miskin karena terbelit utang terutama dari International Moneter Fund (IMF), yang pada akhirnya membuat negara miskin dan berkembang sulit bersaing dengan negara maju.
Disadari atau tidak, semua itu merupakan buah pahit dari kapitalisme yang terus merajalela.
Jadi, tujuan kapitalisme tidak sekadar memenuhi kebutuhan dasar manusia, tetapi juga untuk memuaskan nafsu manusia yang tidak pernah puas. Karena nafsu manusia yang tidak dilandasi dengan moralitas dan keimanan menjadikan seseorang serakah dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Lalu sistem kapitalisme digerakkan secara dominan oleh ekonomi berbasis sektor keuangan yang penuh spekulatif, bukan diarahkan ke sektor riil yang produktif.
Yang mana kemiskinan memiliki dampak berbahaya, tidak hanya menyangkut kehidupan sosial melainkan juga persoalan akidah, sehingga Islam memiliki semangat dasar dalam proses pengentasannya.
Dalam pandangan Islam, penyelesaian kemiskinan bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab kolektif masyarakat dan negara. Islam menekankan pentingnya keadilan sosial melalui mekanisme seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf, yang dirancang untuk mendistribusikan kekayaan secara merata dan membantu mereka yang membutuhkan. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk saling peduli dan memberikan dukungan kepada fakir miskin, sehingga tercipta harmoni sosial. Selain itu, Islam mendorong pemberdayaan ekonomi melalui kerja keras, pendidikan, dan pengelolaan sumber daya yang bijak. Dengan implementasi nilai-nilai ini, Islam menawarkan solusi komprehensif untuk mengatasi kemiskinan secara berkelanjutan, mengutamakan kesejahteraan spiritual dan material bagi seluruh lapisan masyarakat.
Karena ekonomi Islam merupakan kaidah dalam menjawab serta menjamin kesejahteraan. Di dalamnya terdapat konsep kemiskinan mulai dari telaah dasar hingga solusi bagi negara. Namun, instrumen-instrumen Islam dalam proses pembangunan masih diabaikan bahkan tidak sesuai dengan karakteristik masyarakat Islam.
Di sinilah pentingnya keberadaan sebuah sistem hidup yang shahih dan keberadaan negara yang menjalankan sistem tersebut. Islam adalah sistem hidup yang shahih. Islam memiliki cara yang khas dalam menyelesaikan masalah kemiskinan. Karena syariat Islam memiliki banyak hukum yang berkaitan dengan pemecahan masalah kemiskinan, baik kemiskinan alamiah, kultural, maupun sruktural.
Tags
Opini