Nikmat Harta Melimpah, Bagian Umat, Adakah?



Oleh : Lilik Yani

Hak prerogatif Allah untuk mengkaruniakan harta kepada orang yang dikehendakinya. Masalahnya harta ibarat mata pisau. Seberapa manfaat tergantung tangan siapa yang memegang? Harta akan sangat berguna dan banyak manfaatnya ketika berada di tangan orang dermawan yang akan membagikan harta titipan Allah kepada orang-orang yang membutuhkan. 

Sedangkan jika berada pada orang yang suka berfoya-foya, bergaya hidup hedonis, maka hanya akan sia-sia belaka. Bisa membuat orang sekitar cemburu, iri, sakit hati karena melihat penampilan glamour yang dipamerkan, sementara rakyat kelaparan karena tak ada lapangan pekerjaan, banyak pengangguran, kemiskinan, yang terjadi di negeri ini.

Pantaskah jika pemimpin kaya itu pamer kekayaan, gaya hidup hedonis, penampilan glamour, di atas penderitaan rakyat? 

Dilansir Detik.News.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada KPK. Dalam LHKPN tahun 2022 itu, harta Jokowi tercatat naik menjadi Rp 82,3 miliar. Dilihat dari e-LHKPN KPK, Selasa (2/5/2023), Jokowi melaporkan hartanya ke KPK pada 17 Maret 2023. LHKPN itu berisi harta Jokowi selama 2022.

Dalam LHKPN itu, Jokowi tercatat memiliki 20 bidang tanah dan bangunan senilai Rp 66.242.200.000 (Rp 66,2 miliar). Tanah dan bangunan itu tersebar di Jakarta Selatan, Sukarta, Karanganyar, hingga Sukoharjo.
Jokowi memiliki delapan unit kendaraan senilai Rp 432 juta. Kendaraan itu ialah dua unit pikap merek Suzuki tahun 1997 dan 2002, dua unit Mercedes-Benz tahun 1996 dan 2004, satu truk Isuzu tahun 2002, satu unit Nissan Grand Livina tahun 2010, satu unit Nissan Juke tahun 2012, dan satu unit motor Yamaha Vega tahun 2001.

Selanjutnya, Jokowi memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 356.950.000 (Rp 356 juta) serta kas dan setara kas Rp 15.338.433.676 (Rp 15,3 miliar). Jokowi tidak memiliki utang. Total hartanya Rp 82.369.583.676 (Rp 82,3 miliar). Jika dibandingkan dengan LHKPN yang dilaporkan pada 31 Desember 2021, harta Jokowi saat itu Rp 71.471.446.189 (miliar). Jika dihitung dengan harta tahun 2022, ada kenaikan sekitar Rp 10 miliar. (3 Mei 2023)

KOMPAS.TV - Gaya hidup mewah para pejabat, sempat menjadi sorotan publik. Sejumlah keluarga pejabat yang kerap flexing di media sosial bahkan harus diperiksa KPK, hingga berujung menjadi tersangka, karena terbukti kerap menerima gratifikasi saat ia menjabat sebagai pejabat.

Seperti sosok Kadinkes Lampung, Reihana menjadi sorotan, lantaran kerap pamer harta kekayaan di media sosial.
Gaya hidupnya Reihana menuai kritikan di tengah munculnya kritik dari warga terhadap Pemprov Lampung, karena jalan yang kerap rusak.

14 tahun menjabat sebagai Kadinkes Lampung, Reihana kerap menggunakan tas mewah dengan harga ratusan juta di beberapa kegiatan. Selain itu, gaya hidup istri dan anak, Sekda Riau SF Hariyanto, juga menuai kritikan publik karena kerap pamer harta di media sosial. Mulai dari sang istri dengan sejumlah koleksi tas mewahnya, hingga pesta ulang tahun anaknya di hotel mewah.

Kebahagiaan Dunia Sementara, Mengapa Sibuk Dibela?

Kaya harta tak ada larangan, jika dimanfaatkan untuk ibadah dan menolong agama Allah, menyiapkan fasilitas untuk memudahkan beribadah. Menolong umat yang membutuhkan agar bisa beribadah maksimal.  Menyiapkan lapangan kerja untuk umat yang megalami pengangguran agar bisa memenuhi hajat hidupnya. Dan banyak lagi ibadah yang memerlukan biaya untuk bisa menjalankan ibadah.

Jika harta karunia Allah dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat, maka itulah yang dianjurkan. Tapi jika harta kekayaan untuk berfoya-foya, hidup hedonis, pamer kekayaan yang membuat umat lain sakit hati, harta dihambur-hamburkan hingga tak ada faedah didapatkan. Maka tunggu saat kehancurannya. Semua milik Allah, maka Allah bisa mengambil kapan saja. Bisa dengan cara biasa, bisa dengan memaksa. 

Belum lagi pertanggungjawaban akherat yang harus dihadapi. Allah akan menanyakan, harta kekayaan sebanyak itu didapatkan darimana? Kemudian ke mana akan membelanjakan harta kekayaan karunia Allah itu?

Dunia hanya sementara, mengapa tak fokus mencari bahagia di akherat saja. Bahagia dunia boleh saja, tapi jangan sampai melupakan kebahagiaan akherat yang sangat lama. Itulah karunia Allah sebenarnya.

Kenikmatan di Sisi Allah Lebih Baik bagi Orang Beriman

Jika orang beriman ditanya, maka kebahagiaan akherat yang dipilihnya. Bukan tak ingin bahagia dunia, tapi.cukuplah kebahagiaan dunia sekedar tercukupi kebutuhannya. Jika berlebih akan dibagikan pada orang lain yang membutuhkannya. 

Orang beriman akan memilh mendapat pahala dari harta yang diinfakkan, daripada menghabiskan harta untuk sekedar mengikuti gaya hidup dan berfoya-foya. Itulah sikap terbaik orang beriman yang senantiasa dibimbing Allah.

QS. Asy-Syura Ayat 36

فَمَاۤ اُوۡتِيۡتُمۡ مِّنۡ شَىۡءٍ فَمَتَاعُ الۡحَيٰوةِ الدُّنۡيَا‌ۚ وَمَا عِنۡدَ اللّٰهِ خَيۡرٌ وَّاَبۡقٰى لِلَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَعَلٰى رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُوۡنَۚ

Apa pun (kenikmatan) yang diberikan kepadamu, maka itu adalah kesenangan hidup di dunia. Sedangkan apa (kenikmatan) yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,

Sesuatu apa pun yang diberikan kepadamu dari kenikmatan lahiriah, seperti rezeki harta atau kenikmatan lain yang diperoleh di dunia ini, maka itu adalah kesenangan hidup di dunia yang dinikmati buat sementara, tidak kekal abadi. Sedangkan apa, yaitu kenikmatan, yang ada di sisi Allah, yang dianugerahkan kepadamu sebagai balasan atas segala kebaikan yang telah di lakukan di dunia lebih baik dari semua kenikmatan lahiriah duniawi itu dan lebih kekal dinikmati bagi orang-orang yang beriman. 

Kenikmatan duniawi akan berakhir karena kematian dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakal, yaitu berserah diri dan menyerahkan segala urusannya setelah mengusahakannya dengan segala kemampuannya. 

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa kesenangan hidup manusia baik berupa kekayaan, rezeki harta yang bertumpuk, maupun keturunan dan lain-lain adalah kesenangan yang tidak berarti dan kurang bernilai karena bagaimana pun menumpuknya harta, waktu untuk memilikinya terbatas. 

Pada waktunya nanti akan berpisah karena kalau bukan manusia yang meninggalkannya, maka benda-benda itu sendiri yang akan meninggalkan manusia. Sedangkan pahala dan nikmat yang ada pada sisi Allah jauh lebih baik dibandingkan dengan kesenangan dan kemegahan dunia itu, karena apa yang ada di sisi Allah kekal dan abadi, sedangkan kesenangan dunia semuanya fana dan akan lenyap. 

Ayat ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa kesenangan yang kekal dan abadi itu hanya untuk orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, orang-orang yang bertawakal dan berserah diri kepada Tuhan yang telah memelihara dan berbuat baik kepada mereka.

Al-Qurthubi dalam tafsirnya menukil riwayat dari 'Ali yang mengatakan bahwa ketika Abu Bakar mengumpulkan harta dari Bani Murrah beliau mendermakan seluruh uang tersebut untuk kebaikan karena mengharapkan keridaan Allah. Perbuatannya tersebut dicela oleh orang-orang musyrikin sedangkan orang-orang kafir menyalahkan tindakannya, maka turunlah ayat 36 dan 37 surah ini.

Sungguh beruntung orang beriman yang senantiasa dibimbing Allah, harta kekayaan akan didermakan untuk sebanyak-banyaknya kemaslahatan umat. 

Wallahu a'lam bish shawwab

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak