Perjuangan Guru Honorer

Oleh : Uthie Siti Solihah


Pada Selasa 30 Oktober 2018 di depan gedung BNN Istana Negara ribuan karyawan honorer kategori dua (K2), yang mayoritas guru, melakukan aksi demonstrasi menuntut agar diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Para guru yang berasal dari sejumlah daerah di Indonesia itu menggelar aksi demonstrasi dan menginap di seberang Istana sampai  Rabu 31 Oktober 2018. Kemudian mereka membubarkan diri di sore hari nya karena tak kunjung juga bertemu sang penguasa. (Tribunnews)


Guru Honorer yang tergabung dalam Forum Honorer Kualifikasi 2 Indonesia (FHK2l) harus pulang dengan kekecewaan. Pasalnya presiden tidak menemui mereka dan enggan memberikan komentar perihal aksi demo guru honorer kemarin serta memilih melengos pergi saat ditemui awak media di areal sains expo di ICE BSD Tangerang Selatan Kamis 1 Nopember 2018 (CNNIndonesia).


Tuntutan guru honorer untuk diangkat menjadi CPNS sangatlah wajar. Mengingat mereka mempunyai tanggung jawab yang besar untuk mendidik generasi penerus bangsa. Namun kesejahteraan yang mereka dapat tidak seimbang dengan apa yang mereka kerjakan.


Gajih guru honorer kisaran dari 100.000 - 500.000. Di zaman sekarang uang sebesar itu masih sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tak jarang guru honorer yang berperan sebagai kepala rumah tangga harus pintar cari pekerjaan sampingan untuk menafkahi keluarga.

.

Guru di masa kekhalifahan Umar bin Khattab

.

Belajar dari masa kekhalifahan Umar bin Khattab. Saat itu guru digaji dengan 15 dinar atau setara kurang lebih 30 juta. Apapun pengajarannya yang penting profesi nya guru. Maka mereka mendapatkan gaji sebesar itu dari pemerintahan Umar melalui Baitul Mal.

.

Umar bin Khattab memaksimalkan peran Baitul Mal sebagai penyalur zakat sesuai dengan Alquran serta memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Salah satu kebijakan pemerintahannya yaitu mengkhususkan adanya departemen pendidikan dan pengajaran yang fokus untuk mendakwahkan Islam dan mendidik para generasi penerus Islam. Maka kesejahteraan guru yang mengajar disini dihargai dengan baik. Guru yang mengajar akan fokus memberikan ilmu dan membina akhlak muridnya tanpa risau akan biaya hidup dan makan keluarganya. Maka tak heran di masa ini banyak melahirkan generasi yang sholeh dan unggul karena baiknya perhatian dari pemerintah dan fasilitas yang diberikan di dunia pendidikan.

.

Inilah jika sistem Islam diterapkan. Memakai aturan pencipta bukan aturan manusia. Para pemimpin yang sholeh takut pada Rabb Nya yang memimpin umat untuk menghantarkan mereka pada kesejahteraan. Dengan memakai aturan Allah pastilah bumi ini diberkahi. Maka tak akan ditemui lagi para guru yang masih menuntut kesejahteraan. Namun mereka hanya fokus membina para generasi untuk kemudian menjadi penerus kepemimpinan di Negerinya. 

.

Wallahua'lam Bishowab

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak