Oleh M. Ummu Ghaisan
(Aliansi muslimah peduli umat karawang)
Bangkit dan terpuruknya sebuah peradaban bangsa di lihat dari peran dan eksistensi generasinya, yaitu adanya peran pemuda saat ini.
Faktanya generasi milenial saat ini, jauh dari harapan umat dan bangsa.
Keberadaan pemuda hari ini jauh dari idealisme sebagai change agent. Hari ini peran pemuda sepertinya hilang dari harapan seutuhnya, mereka kehilangan jati diri dan marwahnya.
Lemah dalam pemikiran dan bersikap, sehingga menjadikan mereka generasi alay dan pembebek peradaban barat.
Gaya hidup liberal yang menjangkiti generasi milenial ini terus merasuk ke kehidupan para pemuda, seperti gaya hidup hedonis (kesenangan hidup yang mewah).
Kebebasan yang tanpa aturan dan tujuan, mereka apresiasikan pada aktifitas fun food dan fesyen.
Rusaknya generasi muda lahir dari peradaban ideologi kapitslisme materialistik , yang mempunyai asas sekuler (pemisahan agama dari kehidupan).
Wajar saja bila tujuan hidup dan standar kebahagiaannya adalah suatu kepuasan dan kesuksesan. Apapun yang di lakukan selama mereka suka dan bahagia mereka jalani.
Itulah kiprah pemuda saat ini dalam mengaktualisasikan naluri mempertahankan diri dan naluri seksualitas tanpa standar halal haram.
Tidak ada lagi kontribusi pemuda harapan umat dan bangsa saat ini.
Padahal kebangkitan suatu peradaban tidak lepas dari generasi bangsa, di mana pemuda merupakan pelopor perubahan, bagaimana peran pemuda saat melawan penjajah di negeri ini, kemerdekaan bangsa ini, tidak lepas dari peran pemuda.
Sebagai contoh peristiwa reformasi taun 1998 bagaimana pemuda turun ke jalan menginginkan perubahan turunnya rezim orba diktator, peran pemudalah yang menumbangkan rezim orba menuju rezim reformasi.
Bahkan presiden RI pertama mengatakan dalam pidatonya
"Beri aku sepuluh pemuda, akan ku guncang dunia".
Karena pemuda mampu membangkitkan semangat perjuangan, dengan pola fikir yang kritis, tajam, serta berinovasi.
Mereka juga mempunyai kapasitas dengan mengasah potensi dan bakat mereka, agar terus mencapai perubahan dan kesempurnaan.
Bagaimana Islam menempatkan peran pemuda dalam suatu peradaban yang luhur dan mulia ini?
Sejarah mencatat para pemuda yang menorehkan karya-karya yang luhur di zamannya. Antara lain.
1.Usamah bin Zaid (18 tahun). Memimpin pasukan yang anggotanya adalah para pembesar sahabat seperti Abu Bakar dan Umar untuk menghadapi pasukan terbesar dan terkuat di masa itu.
2.Abdurrahman An Nashir (21 tahun). Pada masanya Andalusia mencapai puncak keemasannya. Dia mampu menganulir berbagai pertikaian dan membuat kebangkitan sains yang tiada duanya.
3.Muhammad Al Fatih (22 tahun). Menaklukkan Konstantinopel ibu kota Byzantium pada saat para jenderal agung merasa putus asa.
Itulah diantara para pemuda muslim yang menorehkan karya-karya terbaik sepanjang hidupnya.
Di usianya yang masih muda, mereka menjadikan tujuan hidupnya hanya untuk mencapai ridho Allah semata. Dan untuk kebaikan dunia akhirat.
Semoga di tangan para pemuda milenial islam hari ini, mereka bisa seperti pemuda-pemuda hebat pada zamannya di mana islam di terapkan sebagai sistem. Yang akan melahirkan dan menjadikan pemuda change agent, yang akan menjadi pembebas dari segala keterpurukan dan kehancuran umat.
Itulah sejatinya peran pemuda yang senantiasa totalitas sebagai change agent, menuju cahaya islam yang akan menjadikan peradabaan yang agung dan luhur dengan menebarkan rahmatan lil alamin.
Allahu'alam bishwab.