Potret Kelam Generasi di Tengah Penerapan Sistem Sekuler


Oleh : Anne, Ciparay Kabupaten Bandung.

Makin maraknya kasus bunuh diri, terutama pada generasi muda, merupakan sebuah potret kelam. Menurut catatan Hotline Pencegahan Bunuh Diri Healing 119.id, kliennya didominasi kelompok usia 21–30 tahun. Data tersebut menunjukkan bahwa krisis kesehatan mental banyak menimpa generasi muda.

Mengatasi bunuh diri pada pemuda, khususnya mahasiswa, membutuhkan upaya serius dari negara. Makin maraknya kasus bunuh diri menjadi fakta nyata bahwa program-program konseling saat ini masih menyelesaikan persoalan secara parsial. Rapuhnya mental generasi muda tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan tersebut.

Sistem kehidupan yang berjalan saat ini adalah faktor utamanya. Sekularisme telah mencabut akidah dari kehidupan, sehingga generasi kehilangan pegangan ketika menghadapi tekanan hidup. Padahal, akidah (iman) merupakan benteng dalam menghadapi kesulitan yang terasa berat dan dapat berujung pada keputusasaan.

Sistem sekuler-kapitalisme melahirkan masyarakat yang individualistik. Setiap orang dibiarkan berjuang sendiri tanpa ikatan masyarakat yang kuat. Akhirnya, kesepian pun merajalela, bahkan di antara mereka yang secara materi berkecukupan.

Sungguh, sistem negara saat ini membentuk individu yang rapuh dan masyarakat yang individualistik melalui penerapan sistem pendidikan sekuler dan sistem ekonomi sekuler-kapitalistik. Sistem ini telah gagal mengeluarkan manusia dari derita dan nestapa.

Maka, sudah semestinya harapan manusia bertumpu hanya pada sistem Islam. Sistem Islam menjaga nyawa manusia, sebagaimana yang dikabarkan dalam surah Al-Ma'idah ayat 32. Bahwasanya bagi Allah Swt., hancurnya dunia dan seisinya lebih mudah dibandingkan hilangnya satu nyawa.

Dengan akidah Islam, benteng jiwa dibangun sejak dini. Keyakinan bahwa setiap kesulitan adalah ujian dari Allah dan bahwa bunuh diri adalah haram menjadi penahan terkuat bagi seorang Muslim dari keputusasaan.

Islam membangun ikatan yang kuat antara keluarga dan masyarakat berdasarkan akidah. Jadi, tidak ada seorang pun yang dibiarkan menanggung beban hidupnya sendirian dan merasa kesepian.

Negara yang menerapkan sistem Islam secara kaffah akan menerapkan sistem pendidikan berbasis akidah dan sistem ekonomi Islam yang menjamin kesejahteraan. Sehingga, lahirlah individu yang kokoh dan masyarakat yang saling peduli, bukan generasi yang rapuh dan kesepian.

Selain itu, dalam Islam, negara pun wajib melindungi nyawa rakyatnya. Sabda Nabi saw.:

"Hilangnya dunia lebih ringan bagi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak."
(HR. An-Nasa'i dan Tirmidzi).

Wallahu a'lam bish-shawab.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak