Oleh : Umi Zadit Zareen
Belum setahun lama logo garuda dengan latar biru sebagai peringatan darurat mewarnai jagat maya dan kini lambang itu kembali mengudara dengan latar hitam. Perubahan warna menjadi lebih suram ini menunjukkan bahwa Indonesia sedang tidak baik-baik saja dan kekhawatiran publik terhadap tanah air semakin membuncah.
Hasil analisis lembaga pemantau media sosial, Drone Emprit, menemukan gambar garuda hitam ini terlacak di X setidaknya sejak tanggal 3 Februari 2025 malam, alias dua hari setelah pemberlakukan pembatasan distribusi elpiji 3 kilogram (kg) ke pengecer.
Tagar Peringatan Darurat berlatar hitam ini muncul menyusul tagar #IndonesiaGelap.
Ungkapan rasa kekhawatiran untuk negeri bukan hanya di jagat maya, turun ke jalan dan memperotes langsung di tempuh untuk mengharapkan perubahan. Nyatanya saat ini masih dihadapkan dengan sekompleks permasalahan bagaikan benang kusut yang sulit terurai.
Dalam Gelapnya Indonesia, ada sebuah cahaya Islam yang pernah gemilang. Dalam cahayanya banyak sekali hal-hal yang di hasilkan salah satunya bagaimana banyaknya terlahir ilmuan hebat, dunia pendidikan yang maju, rakyat yang makmur dan sejahtera dalam ketakwaan. Bahkan sedikit sekali adanya tindakan kejahatan dikala itu, karena sistem islam yang mengatur dengan sempurna.
Ini bukan soal menyuarakan kondisi Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja, tapi harus memberikan solusi untuk memperbaiki dalam kegelapan menuju cahaya yang kegemilangan. Tanpa ada kesadaran mencari solusi untuk semua permasalahan bagaimana semua akan berubah dan menjadi lebih baik.
Menjadi lebih baik dalam menjalankan kehidupan dengan penuh kesadaran bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ada yang mengaturnya, menjalankan sebuah peran kehidupan dalam ketakwaan.
Wallahualam bishshawab.
Tags
Opini
