Oleh : Ummy Army
Tak terasa ramadan tinggal menghitung hari, tak sedikit umat muslim yang sudah mulai sibuk mempersiapkan kedatangan bulan mulia, bulan yang paling dinanti kedatangannya. Bersamaan dengan bulan ramadan, ada hal yang tak pernah berubah ya kebiasaan adanya kenaikan harga pangan jelang ramadan. Tentu saja ini adalah kejadian berulang yang membuat banyak masyarakat merasa sulit, karena di sisi lain harga-harga kebutuhan hidup lainnya pun semakin meningkat.
Adanya kelangkaan, pendistribusian yang tidak merata, serta meningkatnya permintaan menjadi alasan yang lumrah kenaikan harga. Padahal itu adalah alasan klise, di dalam sistem kapitalisme saat ini problem utama kenaikan harga setiap tahunnya adalah karena adanya kesempatan mencari untung sebanyak-banyaknya. Tak peduli jika harus ada yang merasa dirugikan, adanya mafia bahkan impor semakin banyak, dan inilah beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan harga di pasaran.
Padahal dalam Islam, ketersediaan bahan pangan menjadi tanggung jawab negara. Negara akan memastikan bahwa rakyat akan terpenuhi seluruh kebutuhannya, tidak akan membiarkan siapa saja yang menimbun, curang, bahkan memainkan harga pasar. Negara akan menjamin setiap rakyatnya mendapatkan kebutuhan pokok dengan mudah dan dengan harga yang terjangkau. Begitulah negara yang menerapkan sistem ekonomi Islam, akan mengontrol dan memantau sehingga akan ada pengendalian harga komoditas beserta antisipasinya sesuai syara. Rakyat pun terjamin akan mendapatkan kebutuhan pokok dengan akses 6ang mudah dan terjangkau. Sehingga tak ada fenomena harga naik jelang ramadan setiap tahunnya, umat Muslim bisa melaksanakan ibadah dengan tenang dan khusyuk. Wallahu A'alam Bisshawab
Tags
Opini