Muhasabah Akhir Tahun




Oleh: Minah, S.Pd.I




Musibah terus menghampiri Negeri kita. musibah demi musibah sering terjadi, banjir, gempa bumi yang terus terjadi. Akan tetapi, musibah yang datang hanya menimbulkan duka sementara kemudian setelah itu tidak berbekas apa-apa.

Musibah bencana alam terjadi di sejumlah daerah, di antaranya Sukabumi. Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Sukabumi, hingga Sabtu (7-12-2024) pukul 17.30 WIB ada 328 titik bencana yang tersebar di 39 kecamatan. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena menjelaskan bahwa jenis bencana yang terjadi di tiap kecamatan sangat bervariasi. Tanah longsor, banjir, angin kencang, dan pergerakan tanah menjadi bencana utama yang merusak.

Pemkab Sukabumi menetapkan status tanggap darurat bencana dalam sepekan ke depan pascabencana hidrometeorologi yang melanda daerah itu. Selain itu, Pemkab Sukabumi juga sudah mendirikan posko tanggap darurat dan penanggulangan bencana di Pendopo Kabupaten Sukabumi.

Selain Sukabumi, bencana alam juga terjadi di daerah lain seperti Cianjur dan Pandeglang. Di Cianjur, Jawa Barat bencana alam berupa pergerakan tanah meluas di 15 kecamatan dan kemungkinan masih bertambah. Sedangkan di Pandeglang, Banten banjir terjadi akibat luapan Sungai Cilemer sejak Senin (2-12-2024) sehingga merendam permukiman warga setinggi 1—2,5 meter. Akibatnya, akses jalan warga menjadi terbatas dan sebanyak 202 warga harus mengungsi di posko darurat. Belum lagi di beberapa daerah lainnya yang terkena musibah.

Yuk muhasabah. Kenapa musibah silih berganti berdatangan. Bisa jadi banyak yang masih melakukan kemaksiatan, melakukan dosa. Belum lagi Penguasa dan wakil rakyat tetap menerapkan hukum-hukum kufur. Kaum Muslim secara umum masih merasa aman dengan berbagai kemaksiatan dan kezaliman yang ada.

Allah Subhanahu Wa Ta'aala berfirman yang artinya:

"Apakah kalian merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersama kalian sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang? Ataukah kalian merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu? Kelak kalian akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku? Sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (Rasul-rasul-Nya). Alangkah hebatnya kemurkaan-Ku." (QS. al-Mulk:16-18)

Mari kita muhasabah di balik  musibah ini, bisa jadi karena ulah tangan manusia atau kemaksiatan yang dilakukan sehingga Allah memberikan peringatan. Serta ujian bagi orang-orang beriman.

Jadikan musibah ini untuk muhasabah bagi diri kita untuk intropeksi diri. Mengingat-ingat kemaksiatan yang dilakukan dan memohon ampun kepada Allah serta bertobat dengan bersungguh-sungguh tidak akan melakukan maksiat. 

Musibah ini merupakan teguran dan peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta'aala kepada manusia untuk kembali kepada-Nya, bila melakukan kemaksiatan, maka hendaklah segera bertobat.  Banjir dan gempa juga merupakan ujian bagi orang yang beriman. Karenanya, Berpegang teguhlah kepada syariat Allah dan terus berupaya untuk tunduk dan taat kepada-Nya.  Saling mengingatkan dalam kebaikan serta menerapkan hukum-hukum-Nya agar negeri ini mendapatkan berkah. Menerapkan Syariah Islam secara sempurna. Syariah Islam bisa terterapkan secara sempurna jika khilafah Islam tegak di muka bumi.

Yuk berjuang untuk melanjutkan kehidupan Islam dalam bingkai negara Khilafah sesuai manhaj kenabian.
Wallahu a'lam

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak