Oleh: Sumeilina S. Pd
(Aktivis Muslimah Lubuklinggau)
Beredar surat izin kegiatan hajatan tasyakuran dan khataman Al Quran yang dirangkai fashion show waria di Kelurahan Tanru Tendong, Kabupaten Sidrap membuat geger warga. Dalam surat yang beredar bernomor 19/KT/V/2022 yang dikeluarkan Selasa 31 Mei 2022 lalu dari pihak Kelurahan Tanrutedong memberikan rekomendasi izin pemakaian Lapangan Sepak Bola Andi Takko Tanrutedong.
Mau heran tapi akhir zaman! Mungkin kebanyakan masyarakat akan bereaksi demikian, tapi apa sih sebenarnya yang melatarbelakangi hingga bisa terjadi hal tersebut? Lagi-lagi ini semua ulah para petinggi daerah yang dengan mudahnya memberi sebuah izin acara yang notabene sangat bertolak belakang dengan masyarakat, pasalnya kontes ini sangat meresahkan bagi pemuda. Dengan terlibatnya para pejabat daerah menyebabkan para masyarakat terutama pemuda berpikir bahwa hal tersebut merupakan hal yang diperbolehkan. Miris bukan! Hidup di negara demokrasi-kapitalis tolak ukur bukan lagi syariat islam, halal-haram seolah hanya berjalan diantara benang tipis yang menjuntai, tentu saja tolak ukur mereka adalah materi dan keuntungan. Jika sesuatu yang dapat menguntungkan mereka maka akan mereka lakukan, mereka siap pasang badan untuk mewujudkan keinginan para kapitalis agar jabatan mereka bisa bertahan.
Penguasa di negara demokrasi-kapitalis sejatinya tidak akan bisa memberikan pelayanan yang sesuai, maka masyarakat sudah seharusnya sadar bahwa mereka itu butuh sistem peradilan yang shahih (benar) agar permasalahan di negara mampu diatasi secara mengajar, yaitu kembali kepada yang haq aturan yang telah tertulis dalam Al-Qur'an dan dicontohkan dalam Hadist rasul, maka syariat islam lah jawabannya. Akan tetapi syariat islam ini tidak akan bisa terterapkan dalam sistem yang bathil (salah), maka syariat hanya bisa diterapkan dalam sistem khilafah dengan satu kepemimpinan. Ketika aturan itu hadir dari pemimpin yang berada dalam sistem yang benar maka aturan-aturannya pun tidak akan pernah menyalahi syariat dan masyarakat tentu niscaya akan sejahtera insyaa Allah.
Dan kita diingatkan oleh hadits, Rasulullah SAW bersabda
"Sesungguhnya kepemimpinan merupakan sebuah amanah, di mana kelak di hari kiamat akan mengakibatkan kerugian dan penyesalan. Kecuali mereka yang melaksanakannya dengan cara baik, serta dapat menjalankan amanahnya sebagai pemimpin." (Riwayat Muslim).
Wallahu A'lam bishawwab
Tags
Opini
