Oleh : Wulansari Rahayu
Sejumlah start-up yang cukup dikenal di Indonesia melakukan PHK terhadap ratusan karyawannya. Fenomena PHK massal dalam waktu berdekatan ini bisa disebut sebagai bubble burst. Bubble brust atau ledakan gelembung sendiri adalah suatu kondisi ekonomi yang melonjak tinggi, tetapi dibarengi dengan kejatuhan yang relatif cepat (Muslimah news.com)
Alasan PHK besar-besaran di sejumlah start- up katanya perlu ada penyesuaian bisnis. Penyesuaian tersebut berdampak pada perubahan fungsi beberapa divisi termasuk terhadap kebutuhan pegawai di dalamnya. PHK juga diputuskan agar keberlanjutan perusahaan semakin efisien serta sesuai kebutuhan.
PHK pada perusahaan startup tidak hanya marak terjadi di Indonesia. Fenomena serupa juga terjadi di seluruh dunia. Startup memang menghadirkan inovasi bisnis yang dipadukan dengan teknologi. Meski ditopang inovasi dan teknologi canggih, keputusan pasarlah yang menentukan nasib startup.
Sebenarnya penerapan sistem ekonomi kapitalis lah yang telah memicu terjadinya krisis-krisis ekonomi maupun keuangan yang berulang dengan dampak yang makin parah. Termasuk dalam industri startup. Krisis demi krisis, seperti krisis di Asia, AS, Eropa, maupun berbagai belahan dunia lainnya, terjadi karena dipicu pertumbuhan sektor nonriil yang lebih tinggi dibandingkan dengan sektor riil.
Dan inilah yang kemudian memunculkan fenomena economic bubble (gelembung ekonomi), dimana perdagangan dalam volume besar yang harga barang atau benda itu terjadi perbedaan antara nilai nominal dan nilai intrinsiknya.
Gelombang ekonomi tersebut bisa menimpa semua negara yang menerapkan sistem ekonomi kapitalisme. Yang paling merasakan dampaknya adalah negara yang paling dominan ekonomi nonriilnya dibandingkan dengan ekonomi riilnya.
Dari penjelasan diatas, jelas sistem ekonomi Kapitalisme yang lebih bergerak pada sektor nonriil penyebab banyaknya badai PHK di industri startup juga di industri lainnya. Kapitalisme tidak memiliki solusi untuk mencegah krisis ekonomi dan keuangan, menjaga stabilitas sistem moneter, maupun mencegah terjadinya perdagangan yang spekulatif. Hal tersebut merupakan masalah sistemis yang penyelesaiannya pun tidak mudah. Reformasi kapitalisme hanya akan melanggengkan masalah.
Tatanan ekonomi dunia Islam akan mengutamakan pemerataan ekonomi dan menghilangkan kesenjangan, menolak pinjaman berbunga, menggunakan emas (dinar) dan perak (dirham) sebagai mata uang, menggunakan mata uang sendiri dalam perdagangan internasional dan transaksi bersama, serta mencegah adanya praktik perdagangan yang spekulatif.
Khilafahlah yang akan mengakhiri dominasi dolar, menolak institusi kolonialis seperti IMF dan Bank Dunia; dan menyatakan minyak, gas, dan pembangkit listrik sebagai milik publik. Khilafah akan menegakkan tatanan ekonomi revolusioner ini di dunia. Wallahu alam.
Tags
Opini
