Challenge Tak Manfaat, Hati- Hati Tersesat

Oleh : Nurul Rachmadhani (Revowriter)

Setelah kiki challenge yang dapat membahayakan pelaku aksi dan orang lain,  lalu ada momo challenge yang lebih berbahaya karena ada teror  aksi bunuh diri, sekarang ada lagi Dele Alli challenge atau yang lebih populernya disebut dajjal challenge. Dajjal challenge ini bermula dari lapangan hijau, yaitu dari seorang pemain sepak bola yang bernama Dele Alli. Challenge ini sudah menjadi viral di Indonesia, challenge ini sudah banyak diikuti oleh para remaja dan selebritas. Memang challenge yang satu ini mudah dilakukan dan terbilang tidak berbahaya secara fisik dibanding challenge- challenge sebelumnya, karena Dele Alli challenge ini hanya melakukan tantangan agar bisa membentuk lingkaran jari terbalik yang ditempelkan di mata, karena aksi tersebut menyerupai simbol dajjal maka disebutlah dajjal challenge.

Yang menjadi pertanyaan dari semua challenge yang sedang viral dan banyak digandrungi di kalangan remaja dan selebritas ini adalah apakah challenge ini bermanfaat?. Kalau dilihat dari aksi challenge- challenge ini sungguh sangat tidak ada manfaatnya. Aksi ini dilakukan hanya karena ingin mendapat ketenaran lalu videonya di unggah di sosial media karena ingin diakui keberadaannya. Sebenarnya para pelaku aksi challenge ini adalah dia para remaja yang pola pikirnya sekuler, masih mengandalkan kebebasan berperilaku tanpa dilihat manfaatnya terlebih dahulu.

Hai para remaja generasi bangsa. Bangunlah dari tidur kalian, bangunlah dari mimpi kalian yang membuat kalian lupa bahwa sebenarnya banyak tugas dan tanggung jawab kalian sebagai generasi bangsa yang lebih bermanfaat dan berguna. 

Memang tidak bisa dipungkiri, saat ini adalah zamannya millenial, dimana setiap orang tak bisa lepas dari gadgetnya, apalagi para remaja saat ini berebut ingin tampil eksis di media sosial ingin diakui keberadaanya, maka tak heran banyak para remaja yang bermunculan menjadi selebgram. Boleh saja bila ingin tetap eksis dan banyak dikenal orang, memiliki banyak like dan follower, tapi alangkah baiknya bila kita memiliki banyak follower dari hasil kreatifitas kita yang bermanfaat, berguna buat banyak dan sudah seharusnya media sosial yang dimiliki digunakan kepada hal- hal yang lebih positif. Contohnya kita sebagai umat muslim, bisa menjadikan media sosial sebagai salah satu sarana untuk menebar kebaikan kepada sesama.

Challenge- challenge ini bermunculan rasanya sudah tidak aneh lagi sekarang, karena banyak para remaja saat ini yang memiliki pola pikir sekuler, mereka berpikir apa yang dilakukan oleh orang barat itu keren. Karena memang challenge seperti ini awalnya diciptakan oleh orang-orang barat. Maka tak heran banyak remaja kita yang menjadikan challenge seperti ini itu sesuatu hal yang keren.

Mirisnya tak sedikit pula para remaja Islam yang mengikuti challenge-challenge seperti ini, tentunya mereka yang masih memiliki pola pikir sekuler, karena yang memliki pola pikir Islam tidak mungkin akan ikut-ikutan pada sesuatu hal yang tidak bermanfaat yang ada malah membuat kita tersesat kedalam pikiran yang sekuler yang dapat memisahkan kehidupan dari agama.

Seharusnya para remaja Islam itu dapat menjadi generasi Islami yang ikut serta dalam menegakkan kejayaan Islam agar cepat kembali, bukan ikut- ikutan menjadi generasi alay atau generasi yang malah dapat menghancurkan tegaknya Islam di muka bumi ini.  Jadilah para generasi yang dapat mengharumkan nama bangsa dengan pola pikir Islammu yang dapat membuat semua para remaja Islam lainnya ikut serta taat pada syariat, bukan menjadi generasi yang dengan bangga bisa terkenal atau bisa menyelesaikan tantangan dari challenge- challenge ga bermanfaat seperti ini.

Lebih baik mengikuti tantangan challenge yang Allah berikan, yaitu menjadi pribadi dan memiliki akidah Islam yang kuat, melakukan semua perintahNya dan menjauhi segala laranganNya, taat pada syariat, karena challenge Allah itu lebih baik dan bermanfaat untuk kita di akhirat, memanfaatkan waktu hidup di dunia dengan melakukan hal yang positif dan bermanfaat juga mengerjakan banyak amalan agar di akhirat kita tidak sesat. Bukan mengikuti challenge yang tidak ada manfaat yang membuat kita terlalu sibuk dengan kehidupan di dunia sampai lupa tujuan hidup kita, lupa mengerjakan amal sholih, sehingga bisa membuat kita tersesat di akhirat.

Wallahu’alam bishowab.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak