π˜‰π˜Άπ˜­π˜­π˜Ίπ˜ͺ𝘯𝘨 Mengancam Generasi, Islam Berikan Solusi


Oleh : Nasiroh, Aktivis Muslimah

Kasus 𝘣𝘢𝘭𝘭𝘺π˜ͺ𝘯𝘨 kembali terjadi, kali ini menimpa seorang siswa pelajar kelas 2 SD oleh kakak kelasnya di Pemalang, yang menambah deretan kasus kekerasan di kalangan pelajar. (Kamis, 1/10/2026).

Ironisnya kasus 𝘣𝘢𝘭𝘭𝘺π˜ͺ𝘯𝘨 terjadi di lingkungan sekolah, yang seharusnya menjadi tempat aman bagi para peserta didik. 

Berdasarkan data JPPI menunjukan, bahwa kasus 𝘣𝘢𝘭𝘭𝘺π˜ͺ𝘯𝘨 mengalami peningkatan jumlah kasus kekerasan di satuan pendidikan selama kurun waktu 2020 - 2025.
Pada tahun 2020 tercatat 91 kasus. Kemudian, pada 2021 meningkat 142 kasus, 194 kasus pada 2022 dan bertambah menjadi 285 kasus pada 2023, 573 kasus pada 2024 dan meningkat 614 kasus pada tahun 2025. 

Meningkatnya angka kasus 𝘣𝘢𝘭𝘭𝘺π˜ͺ𝘯𝘨 dipengaruhi oleh beberapa faktor. 
Diantaranya, marak nya budaya kekerasan baik secara verbal maupun fisik. 
Pengaruh media sosial, game online dengan kekerasan, sehingga membentuk pola pikir dan prilaku agresif pada anak-anak. 

Pengaruh individu, yaitu peran keluarga sebagai lingkungan pertama membentuk prilaku. Orang tua kurang memberikan perhatian dan pendampingan, anak tidak mendapatkan contoh, prilaku agresif dibiarkan tanpa pembinaan. Seharusnya anak di bina dengan menanamkan akidah, membentuk kepribadiaan Islam dan mampu membedakan perbuatan yang benar dan salah.

Selain itu, lemahnya pengawasan dan penanganan di sekolah. Akibat sistem pendidikan yang diterapkan hari ini, kurangnya kontrol masyarakat dan peran negara. 

Sistem sekuler kapitalisme telah gagal mencetak generasi berkualitas. 
Sistem pendidikan saat ini telah memisahkan agama dari nilai kehidupan sehari-sehari, sehingga prilaku para pelajar semakin rusak. 

Islam Hadir Berikan Solusi 

Islam adalah agama yang memiliki seperangkat aturan yang komprehensif, berbagai persoalan mampu diselesaikan dengan hukum syariat Islam. 

Islam akan mewujudkan generasi berkualitas dengan sistem pendidikan Islam yang berbasis akidah Islam, karena dalam sistem pendidikan Islam, pembentukan kepribadiaan Islam merupakan bagian penting dari pendidikan. 

Generasi yang berkualitas adalah generasi yang memiliki keimanan kuat, kepribadian baik, ilmu pengetahuan, keterampilan, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. 

Kontrol keluarga, masyarakat dan negara memiliki pengaruh dalam membentuk generasi berkualitas, untuk mewujudkannya diperlukan adanya kontrol keluarga. Seperti menanamkan akidah dan ketakwaan sejak dini, mengawasi pergaulan anak, mengontrol penggunaan media sosial dan memberikan teladan. 

Sedangkan kontrol masyarakat adalah menciptakan lingkungan yang baik, melaksanakan amar makruf nahi munkar, mengawasi lingkungan sosial dan membangun kepedulian bersama. 

Peran negara dalam mendukung keluarga dan masyarkat adalah bertanggung jawab atas keberlangsungan pendidikan. Yaitu memberikan fasilitas pendidikan yang berkualitas, memastikan sekolah aman, guru yang kompeten, melindungi anak dari kekerasan, sistem pendidikan dengan kurikulum yang mampu membentuk generasi berkepribadiaan Islam dan menindaklanjuti secara tegas laporan kekerasan. 

Negara yang menerapkan aturan yang bersumber dari syariat Islam akan mampu mencetak generasi berkualitas dan mampu memberikan solusi kasus 𝘣𝘢𝘭𝘭𝘺π˜ͺ𝘯𝘨 dengan sanksi yang tegas. 

π˜‰π˜Άπ˜­π˜­π˜Ίπ˜ͺ𝘯𝘨 adalah perbuatan tercela  yang dilarang dalam Islam. Karena mengandung penghinaan, menyakiti orang lain dan bentuk kezaliman, baik melakukan nya secara langsung maupun melalui media sosial. 

Allah berfirman : "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok). (Q.S Al-Hujurat ayat : 11).

Dalam sistem Islam sanksi bagi pelaku kekerasan, penganiayaan dan perundungan hukumannya sesuai dengan bentuk pelangarannya. 

Negara dengan sistem Islam akan memberlakukan sanksi tegas bagi para pelaku 𝘣𝘢𝘭𝘭𝘺π˜ͺ𝘯𝘨. Sanksi akan diberikan ketika pelaku sudah balig dan berakal. 
Dengan menerapkan sistem Islam kasus 𝘣𝘢𝘭𝘭𝘺π˜ͺ𝘯𝘨 akan semakin berkurang bahkan dapat dihentikan karena Islam memiliki perlindungan bertingkat bagi generasi. 

Wallahu'alam bishawwab

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak