Dari Rahim Ibu Ideologis: Lahir Generasi Pemimpin dan Penakluk Dunia




Oleh: Ummu Radit
(Aktivis Muslimah)


Setiap yang bergelar seorang ibu, pasti ingin mencetak generasi pemimpin dan penakluk dunia. Generasi yang tak takut apapun dan siapapun kecuali Allah SWT. Generasi visioner, dimana mempunyai visi yang jelas untuk menciptakan dan mewujudkan masa depan, menjadi agen perubahan yang mampu menembus ke langit menuju surga.

Semua itu tak terlepas dari peran seorang ibu yang ideologis. Ibu ideologis adalah ibu yang memahami Islam secara kaffah. Dengan itu seorang ibu akan mampu mendidik generasi dengan ideologi Islam. Ibu merupakan peran yang sangat penting, karena dari mereka akan lahir generasi yang berkualitas yang menjadikan aqidah Islam sebagai landasan dalam mengarungi kehidupan.

Seorang ibu juga harus memahami ada tanggung jawab yang mesti diperjuangkan, yaitu mendakwahkan Islam keseluruh masyarakat. Agar segera bangkit kembali kehidulan Islam, yang menebarkan rahmatan lil alamin dan membawa umat menjadi umat yang terbaik.

Sosok ibu tangguh seperti ini yang akan melahirkan generasi yang tangguh bermental pemimpin. Dalam sejarah Islam, ibu Sultan Muhammad Al-Fatih mendidik dan memberikan motivasi kepada anaknya setiap selesai sholat subuh. Ia juga menanamkan keyakinan dalam diri Al-Fatih sejak kecil, bahwa kelak ialah yang akan menaklukkan Konstantinopel. Terbukti pada usia 21 ia berhasil memimpin pasukan untuk menaklukkan Konstantinopel.

Nyatanya sekarang banyak sekali tantangan orang tua untuk mencetak generasi yang tangguh bermental pemimpin. Karena kehidupan sekarang adalah kehidupan yang sekuler, dimana agama di jauhkan dari kehidupan. Sekuler telah membuka lebar jalan bagi masuknya pemikiran rusak yang bertentangan dengan Islam, seperti kesetaraan gender, HAM, mederasi beragama.

Terlebih pada era digital saat ini, banyak sisi gelap yang mengancam generasi muda. Karena generasi muda paling aktif menggunakan media sosial. Sedangkan platfrom digital di produksi oleh negara-negara besar yang berideologi kapitalis sekuler.

Sekuler juga telah merusak fitrah sebagai seorang ibu. Dalam Islam ibu adalah pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya. Disisi lain masalah ekonomi yang menjadikan para ibu disibukkan dengan bekerja demi membantu petekonomian keluarga. Mereka dipaksa untuk meninggalkan anak-anak dan keluarganya demi memenuhi kebutuhan hidup.

Mari kita saatnya menjadi ibu yang cerdas, Ibu yang ideologis. Sehingga sukses mendidikan generasi muda menjadi generasi yang tangguh dan mempunyai jiwa pemimpin. Kita harus menanamkan pada mereka, bahwa mereka adalah aset berharga untuk pelopor peradaban.

Orang tua harus memahami bahwa anak adalah amanah Allah yang harus kita jaga agar tidak terjerumus ke dalam azab neraka. Maka dari itu orang tua jangan hanya menyuruh anak untuk taak kepada Allah, tapi kita menjadi teladan yang baik buat mereka.

Saatnya kita bersama-sama, untuk merubah sistem kapitalis yang jelas-jelas merusak kita dan generasi muda, dengan sistem Islam yang jelas membuat hidup kita lebih sejahtera.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak